Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan
Sebelum masuk ke pokok bahasan terlebih dahulu kita mengetahui definisi-definisi dari penduduk, masyarakat, dan kebudayaan itu sendiri.
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
- Orang yang tinggal di daerah tersebut
- Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistementitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak.
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
kebudayaan indonesia
bisa diartikan seluruh cirikhas yang ada di suatu daerah yang ada sebelum terbentuknya nasional indonesia, yang termasuk kebudayaan indonesia itu adalah seluruh kebudayaan lokal dari seluruh ragam suku-suku di Indonesia.
Kekayaan Corak Arsitektur Rumah Adat Budaya Indonesia
Indonesia adalah negara yang kaya akan adat istiadat serta budaya. Begitu banyak budaya yang bisa kita temui di negara tercinta ini, mulai dari keanekaragaman suku, bahasa, adat istiadat dan masih banyak lagi. Setiap suku adat yang ada di Indonesia ini pasti memiliki budaya masing-masing, salah satunya rumah adat yang mereka tempati. Corak arsitektur rumah tradisional merupakan sumber inspirasi arsitektur yang sangat layak untuk dipelajari, dipertimbangkan, dan diolah kembali. Dan tentunya dengan memperhatikan aspek fungsinya.
Salah satu yang bisa kita jadikan contoh adalah corak arsitektur rumah panggung, yang bisa kita jumpai di beberapa komunitas suku adat di Sumatra, Kalimantan, atau Sulawesi. Dari segi fungsi, jenis rumah panggung merupakan jawaban atas persoalan lingkungan. Misalnya saja ancaman binatang buas atau yang paling sering terjadi kemungkinan datangnya banjir.
Konsep rumah panggung ini mungkin akan sangat cocok sekali untuk diterapkan di beberapa wilayah pemukiman di Jakarta yang biasa menjadi langganan banjir. Selain itu, area rumah bawah yang terbuka bisa untuk berbagai kemungkinan eksplorasi desain. Mungkin gaya rumah dengan semi-basement atau split level
Pernah ada ajakan untuk menoleh kembali kepada kekayaan budaya arsitektur Indonesia, untuk membuat lingkungan pemukiman dan kota menjadi berwajah Indonesia kembali. Tapi mengolah dan menerapkan corak arsitektur tradisional Indonesia untuk menjadi langgam arsitektur rumah tidak lah gampang dan instant. Kalau kita tak ingin menjadikannya sekedar wacana saja. Yang perlu dilakukan adalah:
1. Mempelajari betul latar belakang tumbuhnya corak-corak arsitektur tradisional tersebut.
2. Aspek fungsional perlu menjadi panglima penentu atas elemen-elemen arsitektur tradisional yang hendak dijadikan bagian dari arsitektur rumah Anda.
3. Kombinasi antara langgam tradisional dan corak Indonesia kontemporer amat mungkin dilakukan. Meskipun tingkat kompleksitas dalam perwujudannya boleh jadi lebih tinggi.
4. Sebagai inspirasi yang tak pernah kering, corak arsitektur tradisional Indonesia perlu diakrabi terus-menerus. Misalnya lewat pendokumentasian, baik visual maupun tertulis. Ataupun cara lain yang mungkin bisa dilakukan.
Dengan demikian semoga rumah-rumah bergaya tradisional bisa semakin banyak muncul, sehingga budaya kita pun tidak akan pernah mati.dapat diperkaya dengan pondasi ke-Indonesiaan.
Sumber:
Salah satu yang bisa kita jadikan contoh adalah corak arsitektur rumah panggung, yang bisa kita jumpai di beberapa komunitas suku adat di Sumatra, Kalimantan, atau Sulawesi. Dari segi fungsi, jenis rumah panggung merupakan jawaban atas persoalan lingkungan. Misalnya saja ancaman binatang buas atau yang paling sering terjadi kemungkinan datangnya banjir.
Konsep rumah panggung ini mungkin akan sangat cocok sekali untuk diterapkan di beberapa wilayah pemukiman di Jakarta yang biasa menjadi langganan banjir. Selain itu, area rumah bawah yang terbuka bisa untuk berbagai kemungkinan eksplorasi desain. Mungkin gaya rumah dengan semi-basement atau split level
Pernah ada ajakan untuk menoleh kembali kepada kekayaan budaya arsitektur Indonesia, untuk membuat lingkungan pemukiman dan kota menjadi berwajah Indonesia kembali. Tapi mengolah dan menerapkan corak arsitektur tradisional Indonesia untuk menjadi langgam arsitektur rumah tidak lah gampang dan instant. Kalau kita tak ingin menjadikannya sekedar wacana saja. Yang perlu dilakukan adalah:
1. Mempelajari betul latar belakang tumbuhnya corak-corak arsitektur tradisional tersebut.
2. Aspek fungsional perlu menjadi panglima penentu atas elemen-elemen arsitektur tradisional yang hendak dijadikan bagian dari arsitektur rumah Anda.
3. Kombinasi antara langgam tradisional dan corak Indonesia kontemporer amat mungkin dilakukan. Meskipun tingkat kompleksitas dalam perwujudannya boleh jadi lebih tinggi.
4. Sebagai inspirasi yang tak pernah kering, corak arsitektur tradisional Indonesia perlu diakrabi terus-menerus. Misalnya lewat pendokumentasian, baik visual maupun tertulis. Ataupun cara lain yang mungkin bisa dilakukan.
Dengan demikian semoga rumah-rumah bergaya tradisional bisa semakin banyak muncul, sehingga budaya kita pun tidak akan pernah mati.dapat diperkaya dengan pondasi ke-Indonesiaan.
Sumber:
- annahape.com
- http://id.wikipedia.org/